Selasa, 05 Januari 2010

Review Album: Do You Want The Truth Or Something Beutiful - Paloma Faith



Aktris asal Inggris ini memang memiliki warna suara dan gaya bernyanyi yang sering dibandingkan atau lebih tepatnya dikatakan mirip dengan Amy Winehouse dan Duffy. Tetapi buat saya Paloma, yang berarti Merpati, memiliki sesuatu yang baru. Setidaknya saya merasa Paloma membawa angin segar di tengah kejenuhan terhadap Wino dan Duffy. Musik Paloma memang terasa perpaduan antara soul, pop dengan vocal dan gaya Paloma lebih nge-rock. Didukung oleh orkestra atau big band, sebagian besar lagu-lagu di album ini memang kompleks. Lebih condong ke adult contemporary. Pop ballad yang ditawarkan Paloma ini memiliki bobot ballad yang memikat. Coba simak ‘Stone Cold Sober’ yang menjadi debut single album ini atau ‘Broken Dolls’. Dengarkan juga ‘Do You Want The Truth Or Something Beautiful’ atau ‘Play On’ yang lebih kental nuansa baladanya, vocal Paloma terdengar menyayat dalam kelembutan. Sementara komposisi ‘Upside Down’ terdengar lebih swinging, begitu sedap untuk bergoyang. Coba simak juga ‘New York’ yang menjadi single kedua album ini, yang bertutur tentang seorang gadis yang kehilangan kekasihnya direbut seorang lady. Melodinya begitu membius dan memikat. Interpretasi vocal Paloma terdengar begitu berpadu dengan alunan backing vocal dari Souls of Prophecy Gospel Choir hingga membuat lagu ini terdengar megah. Sementara ‘Stargazer’sendiri terasa minimalis, pahit sekaligus manis.
Album Paloma ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja dari daftar koleksi saya.

Track List:
1. Stone Cold Sober
2. Smoke & Mirrors
3. Broken Doll
4. Do You Want the Truth or Something Beautiful?
5. Upside Down
6. Romance Is Dead
7. New York
8. Stargazer
9. My Legs Are Weak
10. Play On

Selasa, 22 Desember 2009

SELERA, MAJOR vs INDIE

Baru-baru ini seorang teman kontributor musik mengeluhkan seorang fanatik musik yang merendahkan selera musik kami para kontributor yang cenderung pada aliran musik yang mainstream macam Lady Gaga, Taylor Swift, dkk.

Kemudian satu dua minggu yang lalu juga saat kami mempublikasikan daftar album terbaik international yang beredar di Indonesia versi kami dari creativedisc.com, dan serta merta mendapatkan komentar yang merendahkan. Katanya maaf albumnya bisa didapatkan secara pasaran dan beredar luas bajakannya di Indonesia, lebih bagus listnya Rolling Stones.

So what gitu lho? Langsung aja gw jawab selera kami independen tidak terpengaruh oleh Rolling Stones sekalipun.

Yaiyalah hari gini, era internet, keterbukaan, demokratisasi, ada major ada indie. Jadi ya memang sekarang eranya seperti itu. Percuma saja membandingkan keduanya karena memang soal musik adalah penafsiran dan selera. Tidak ada absolut untuk soal seni. Semua tergantung individu. Kalau dulu mungkin majalah2 musik mapan macam Rolling Stones bisa dengan mudah mendikte pendengar musik, sekarang blogger2 musik pun menjadi referensi. Major dan indie berjalan bersama di jalurnya masing-masing. Kadang sependapat, kadang berbeda pendapat.

Kadang yang artis independen sering merendahkan yang artis mainstream karena dianggap tidak bermutu secara musikal. Tapi menurut gw sendiri, tidak mudah untuk menciptakan sebuah lagu, mengemasnya menjadi sebuah hit yang bisa meledak, laris manis dan melejitkan artis musisinya sendiri. Jadi sebenarnya dimensi untuk mengukur musik itu tidak hanya dilihat hanya bagus secara kualitas, ada poin lain yang bisa digali dari sebuah karya musik. Tapi tentu saja alangkah bagusnya jika bagus secara kualitas juga bagus secara komersial. Nah untuk terjadi keseimbangan seperti itu memang tidaklah mudah.

Selasa, 03 November 2009

CHITCHATING WITH JESSICA MAUBOY

photo courtesy fo Leonardus Surya
questioner list by Ai Hasibuan


Sabtu pagi 31 Oktober ini, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara terbatas dengan Jessica Mauboy. Gadis kelahiran Darwin 20 tahun yang lalu ini muncul dengan setelan blazer hitam berpayet di bagian bahu dengan tank top serta jeans hitam. Tak disangka Jessica ternyata seorang gadis yang sederhana, ramah, hangat, murah senyum, dan tawa. Dalam tanya jawab selama 15 menit itu saya dan teman-teman wartawan mendengar berbagai cerita tentang dirinya. Dari soal kegemarannya berbelanja terutama sepatu, hingga soal kejadian-kejadian lucu saat ia harus tampil. Seperti ketika hak sepatunya menyangkut di lantai panggung yang membuatnya harus bertelanjang kaki selama sisa waktu pertunjukkan. Atau saat gaun yang dikenakannya robek sepuluh menit sebelum ia tampil. Jessica mampu membuat kejadian-kejadian tak menyenangkan itu menjadi lucu. Jessica juga bercerita pengaruh keluarganya yang membuatnya tetap membumi hingga soal pengaruh nilai-nilai positif yang diperolehnya dari garis ayah berasal dari Indonesia. Dikisahkannya pula soal kekagumannya terhadap Mariah Carey dan lagu-lagunya. Berikut ini petikan wawancara saya dengan Jessica Mauboy.

Jessica, Anda memenangkan beberapa penghargaan tahun ini di Australia seperti Best Aussie dalam MTV Australia Awards, Favourite Singer dalam Cosmopolitan Fun, Fearless, Female, Women of the Year Awards, Female Artist of the Year from The Deadlys . Apa arti penghargaan-penghargaan itu buat kamu?
Aku rasa penghargaan itu benar-benar membuat diriku makin percaya diri untuk menjadi diri sendiri. Banyak orang termasuk diriku berpikir menjadi seorang penghibur adalah sebuah pekerjaan yang glamour. Tapi sebenarnya menjadi penghibur adalah pekerjaan biasa dengan kerja keras setiap hari. Dengan penghargaan itu aku menjadi lebih menghargai pekerjaanku sebagai seniman, penulis lagu dan penghibur.

Banyak artis musisi Australia yang memutuskan untuk mengembangkan karirnya dengan hijrah ke Inggris atau Amerika. Apa Anda ingin juga melakukan hal yang sama suatu saat nanti?
Ehm sebenarnya agak sulit juga ya, karena bisa saja keputusan itu membuahkan sukses atau kegagalan. Keputusan itu harus membuahkan hasil yang sepadan dengan pengorbanannya. Buat aku pribadi semua ini adalah perjalanan yang tidak mudah, proses untuk memperkenalkan musikku ke dunia, karena ada begitu banyak bakat luar biasa di dalam bisnis ini. Aku merasa aku harus mendengarkan kata hatiku untuk tetap menekuni dan lebih memantapkan jalur musikku lebih dulu. Seandainya memang musikku diterima di Inggris atau Amerika, seperti harapanku, aku mungkin akan pindah ke sana untuk bekerja sama dengan musisi dan artis lainnya. Aku akan berusaha keras untuk meperkenalkan musikku lebih dulu sampai itu semua terjadi.

Apa Anda pernah terpikir tentang menulis lagu untuk penyanyi lain?
Aku selalu bermimpi menulis sebuah lagu yang indah dan berharap suatu waktu Mariah Carey menyanyikan lagu ciptaanku itu. Aku mengidolakan Mariah Carey dan mencintai musiknya. Tahu lagu Dreamlover? Aku cinta dengan lagu itu. Aku menirukan Mariah Carey membawakan lagu itu dengan berlari-lari keliling rumah. Aku ingin menciptakan sebuah lagu yang melodius, karena aku cukup memiliki kemampuan untuk bermain piano. Aku ingin sebuah lagu yang dibawakan dalam sebuah orkestra dimana Mariah akan menyanyikan lagu itu. Seandainya mimpi itu terjadi tentu akan menjadi pengalaman yang luar biasa buatku.

Begitulah wawancara saya dengan Jessica Mauboy.

Rabu, 28 Oktober 2009

MEETING WITH JESSICA MAUBOY

Hari Sabtu ini berkat Sound Up dan panitia Java Soulnation akhirnya mendpat berita kalau gw bisa mewawancara Jessica Mauboy hehehehehe dan gw bekerjasama dengan Ai Hasibuan yang menyusun question list nya ..... first interview with international artist..... yippeee next destination trinity diva hehehehehe

Selasa, 20 Oktober 2009

KILLER SONG

Thanks to Jeunk Riri jadi tahu lagu ini, aransemen musiknya sih a lil bit beyonce's halo-esque. Dari album terbaru Rihanna, Rated R, yang rilis akhir November besok. But over all lagunya enak banget huhuhu dan sedih pula. Jadi pas sama waktu baca postingan mellow salah seorang blogger. Kalau dikombinasikan sama lady gaga punya lirik bad romance, beh yang lagi mellow bisa garuk2 aspal meski beatnya lady gaga sih tetep ya beat2 happy. Ya bisa jadi anthem buat yg lagi mellow deh.

I want your loving
And i want your revenge
You and me put on a bad romance
I want your loving
All your love is revenge
You and me put on a bad romance


Russian Roullete

Take a breath, take it deep
Calm yourself, he says to me
If you play, you play for keeps
Take a gun, and count to three
I’m sweating now, moving slow
No time to think, my turn to go

[Chorus ]
And you can see my heart beating
You can see it through my chest
And I’m terrified but I’m not leaving
Know that I must must pass this test
So just pull the trigger

Say a prayer to yourself
He says close your eyes
Sometimes it helps
And then I get a scary thought
That he’s here means he’s never lost

(Chorus)

As my life flashes before my eyes
I’m wondering will I ever see another sunrise?
So many won’t get the chance to say goodbye
But it’s too late too pick up the value of my life

(Chorus)