Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2009

INTERVIEW ARTIST

Hmm sore tadi dapat email soal kesempatan untuk mewawancara artis pengisi Java Soulnation. Duh kayaknya spt mimpi menjadi kenyataan aja gitu. Baru saja beberapa sabtu lalu gw nonton bagaimana kiprah blogger2 kuliner, fashion di luar sana. Tentu saja bikin sirik. Contohnya saja bryan boy yang duduk di first row saat fashion week bersebelahan dengan Anna Wintour, Editor In Chief Vogue. OMG even si Bryan aja rasanya gak percaya dia bisa mendapatkan kesempatan seperti itu.
Nah gw sih belum sejauh itu. Tapi dapat kesempatan utk wawancara spt ini rasanya spt huge step buat gw secara pribadi.

Kamis, 15 Oktober 2009

DANCING QUEEN & D'Cinamons


photo courtesy of Leonardus Surya

Senin kemarin nonton Classic Chrisye eh ada D'cinnamons hihihihi. Biasanya ditawarin foto bareng artis gak mau kemarin langsung memaksa fotografer gw utk fotoin gw bersama mereka hahahahaha.

Rabu kemarin dapat tiket dari Alberthiene Endah untuk nonton Dancing Queen di Istora. Meski akhirnya gw gak pakai tiket gw krn ada tugas liputan jadi gw pakai ID Press. Akhirnya tiket gw kasi ke teman gw. Agak menyesal juga sih secara berpisah dari teman2 lainnya. Dan sekali lagi gw make a fashion statement hahahahaha. Secara ya di kalangan wartawan itu rupanya ada kesepakatan tidak tertulis utk mengenakan hitam, nggak peduli ada yg ngondek juga. Dan gw doang yang pakai pink tua. Selesai sudah. Hahahahaha so gay hihihi.

Nggak kebayang kan nonton acara konser penuh bebancian tukang silet. Aseli selama 3/4 jam pertama tuh gw sudah mau mati kebosanan. Mana sound sistemnya buruk hingga suara yang keluar terdengar kasar.
Dan yg agak mengganggu sih kenapa koreografinya agak jadul ya, so Guruh-esque. Bosan aja dengan penari-penari membawa bendera ala marching band. Dan warna-warna benderanya itu sooo gay. Hehehehe duh gimana ya bukannya gak mendukung pergerakan gay.
Cuma bosan aja lihat ABBA itu dikonotasikan sbg gay. I need something fresh and new. Buat apa nonton konser yang cuma bergaya 70s, 80s dengan kostum2 ala drag queen? Sudah kebanyakan. Bosan.
Sekarang kayaknya jaman hip hop dance. Jadi kalo gak bisa mengikuti perkembangan jaman ya jangan marah kalo dikritik. Nggak bisa memadukan antara gaya hiphop dance dengan gaya klasik disco ABBA ya itu sih berarti kurang eksplorasi.


Night is young and the musics high
With a bit of rock music, everything is fine
Youre in the mood for a dance
And when you get the chance...
You are the dancing queen, young and sweet, only seventeen
Dancing queen, feel the beat from the tambourine
Dancing Queen - ABBA

Kamis, 08 Oktober 2009

NONTON AIR SUPPLY

Kemarin akhirnya untuk pertama kalinya dapat tugas liputan sebagai pers untuk konser Air Supply. Pake ID Pers gitu lho hahaha *lebay mode on*

Yah lumayan sih bisa nonton gratis, bukan gratis sih tapi bayar pake tulisan hehehehehe......

Hebat juga tuh duo opa meski goyangnya jadul tetep berkarisma dan bertenaga. Yah untuk ukuran orang setua itu salut deh gw.

Kamis, 24 September 2009

NGIDAM

1. Albumnya Brett Dennen yang hope for the hopeless
2. Gavin Degraw yang Free
3. Mandy Moore yang baru

Minggu, 20 September 2009

KOLEKSI CD

Ehm rasanya memang aneh. Gw ini lebih suka koleksi album ketimbang cuma dapat lagu2 mp3 bajakannya. Tapi untuk beberapa artis memang gw lebih suka koleksi greatest hitsnya ketimbang album2nya. Apalagi untuk yg baru gw mulai suka dan belum kenal sepenuhnya musiknya seperti apa. Kadang gw coba dulu untuk merasakan musiknya lewat greatest hits. Kalo sudah oke baru deh gw beli albumnya satu per satu utk melengkapi koleksi CD gw.

MOST WANTED

Banyak sih yang pengen dimiliki apa daya kadang masalah ada di pasar dan di duit hehehehehe
Mesti original terbitan label aseli lho ya....
1. Whitney Houston debut selftitled
2. Mariah Carey debut dan sophomore album
3. Robin Thicke debut album

yang baru keingat sih ini hehehehehe

MC bajakan

Kemarin nih gw sudah excited bgt pengen beli Mariah Carey album debut self titlednya dan emotions itu. Ya ampun untung kok gw sempat chichat sama Nicolai. Dan setelah gw check ternyata tuh album Mariah Carey produksi china dan tidak ada label sony musicnya. Duh bete dong. Apa artinya koleksi album musik collectible kalo dapatnya bajakan tok? Pantesan kok murah. Gw pikir impor mah mestinya di atas 100. Apalagi kalo album perdana yang usianya sudah 20 tahunan pastilah di atas 200an. Duh sebel banget deh. Akhirnya you know what? Untuk mengobati kekecewaan gw beli album Ne-Yo langsung 3 biji saja. Dari album debutnya 2006 In My Own Words, 2007 Because of You, dan 2008 Year of the Gentleman. Baru ngeh ternyata Ne-Yo itu sudah rilis 3 album dalam 3 tahun berturut2. Produktif sekali. Terlalu produktif malah bikin jenuh pasar kan? Apalagi dia banyak bantu2 di album2 artis kulit hitam lainnya. Tadinya yang gw harapkan agak2 kayak Maxwell ternyata nggak.

Kamis, 17 September 2009

Masih Soal Belanja CD

Kadang berbelanja CD itu gw bisa jadi sangat impulsive. Apalagi tahu sendiri kan artis musisi itu kadang bisa sangat tergantung penjualan dan trend. Kadang materi vokalnya bagus, materi musiknya lumayan tapi penjualan jeblok ya gak pernah rilis album lagi. Jadi kadang sayang aja gitu kalau tiba-tiba ada sale dan gw gak beli. huhuhuhu...... Tapi berhubung gw lebih suka beli album makanya kadang-kadang yg dibeli pun belum tentu cocok dengan semua lagu di album itu. Masalahnya adalah gw merasa album itu sebagai sebuah satu kesatuan karya seni. Jadi gak bisa tuh gw hanya mendengarkan single saja. Suka berasa incomplete aja.
Nah melantur kemana-mana.....
Kalo lagi masa dimana lagi jarang album bagus dirilis nih, kadang gw suka mati gaya. Pengen beli album tapi gak ada album baru yang bagus. Beli album lama artisnya gw gak begitu kenal. Tapi memang sih gw suka gambling beli album2 dari artis yang tidak begitu dikenal. Kadang suka kadang nggak.

Nah yang jadi masalah sekarang beberapa gw beli dan belum pernah gw dengar sama sekali. Beberapa cuma dengar sekali. Kadang memang butuh waktu utk growing menyukai karya musik dari seorang musisi/grup. Tapi dengan cepatnya derap laju musik dunia rasanya juga kadang gak sempat utk mengenali lebih dekat lagi musik-musik lama yang tidak terlalu terkenal.

Rabu, 16 September 2009

BERBURU CD

Sebagai penggemar musik tentunya gw bukan hanya mendengarkan lagu-lagu mereka. Tapi juga mengoleksi album penyanyi-penyanyi fave gw. Koleksi kaset gw sih lumayan banyak. Tapi rasanya koleksi kaset mesti gw conversi menjadi CD deh. Masalahnya banyak album-album yang lama itu susah dicari CDnya di Indonesia. Album penyanyi paling fave gw aja Whitney Houston, belum semua CDnya gw punya. Eh sekarang malah lagi semangat 45 buat cari CD2 album Mariah Carey yang awal2. Lumayanlah. Gw juga agak kaget sih soalnya ternyata masih harga normal. Kirain import ternyata tidak. Bulan ini dapat kiriman album Angela Aki, Manic Street Preacher, Taylor Swift, Michael Buble Live at Madison Square, David Foster juga. Sebagian sih pesanan. Yang paling senang akhirnya kebeli juga Jazmine Sullivan. Sudah lama diidam-idamkan, trus pesan juga dan akhirnya beberapa minggu lalu sempat dikabari kalau pesanan sudah datang. Berhubung belum ada duit... mahal boooo bahkan utk ukuran import ini masuk kategori mahal krn harganya dua kali harga import normal. Album Whitney juga sudah kebeli. Dan nampaknya laris manis. Di rak-rak CD toko musik tinggal beberapa saja. Whitney, you go girl!....

Rabu, 09 September 2009

FATHER & FRIEND

Well my relationship between me and my father is always considered as cat and dog. We have a some strange relationship mixed love and hate. Mungkin karena dari awal bokap gw juga terlihat tidak nyaman dan aneh dengan baby. Ya waktu gw masih baby katanya sih dari cerita2 di keluarga gw bokap gak bisa gendong his baby. Even today bokap gw bukan tipe yang melihat baby dan bisa bercanda spt om gw yg suka bermain2 dg cucu keponakannya. Waktu SMA gw ngeliat ada temen gw dg bokapnya. Dan jujur gw cemburu melihat kemesraan hubungan mereka yg sudah seperti teman dekat saja. Temen gw tetep respek sama bokapnya, tidak bersikap kurang ajar. Tapi bokapnya juga tidak menjaga jarak dg temen gw. They were like bestfriends. If only me and my father can be like them.



O, Papa sit down, and hear my song.
O, and if you feel like it then please sing along
No nothing that I wanna say, I haven’t said before
But to use your words, you can never be to sure

See, even though. I don’t always show.. I’m glad that you’re along.
Said I’m glad that your're around

O sonny, so strange, to hear and see
That someone so different is, a soul like me.
You may have gone right, where I would have gone left.
But son, that’s alright. I will always have your back
See even though. I don’t always show.
I’m proud of you, my son.

Old days, and all of the new wanting to be like you.

Every time I look at you. I see myself. I’m so proud of you.
For you help make me what I am.
A better man.
I’m just so proud of you.

O Dad, your views in life. Tell me how they came to be.
Well see, I didn’t know my father like the way that you know me.

Son, life is just too short. For us to never be in touch.
That’s why I Want to tell you that I love you very much.
Oh even though, I don’t always show. You know
And I want you to know that.

Every time I look at you. I see myself. I’m so proud of you.
For you help make me what I am.
A better man.
I’m just so proud of you.

I’m here and I’ll be if I can A father and a friend.

Every time I look at you.

Every time I look at you. I see myself. I’m so proud of you.
For you help make me what I am.
A better man.
I’m just so proud of you.
You know that one day too I ll be walking in your shoes
Yeah and I know that you'll do fine cause you're a son of mine
Oh Hey papa tell me what you've learned so that I don't get my fingers burned
Son you'll see that as you go you'll make mistakes of your own
But that's oke man see you live and you learn
You live and you learn
Father & Friend - Alain Clark


Selasa, 11 Agustus 2009

SOUNDTRACK OF YOUR LIFE

Pernah gak sih punya soundtrack of your life? Maksud gw pas satu momen dalam kurun waktu tertentu lo punya musik yang menjadi musik latar, mengisi hari-hari lo. Gw sih punya dan banyak. Gw masih ingat pas gw SMP kelas 3 akhir gw ditemani oleh lagu2 Whitney Houston dari album Bodyguard. Sementara pas SMA kelas 1 yang stressfull itu gw ditemani oleh Dina Carroll dengan album pertamanya yang fantastis. Sementara di awal kuliah gw hanya ingat satu dua lagu dari Meja dan The Cardigan. Di akhir kuliah ada Westlife yang menemani gw ditambah Pink dan souindtrack Moulin Rouge. Tahun lalu pas gw stress berat gw ditemani oleh lagu2 dari Sophie B. Hawkins. Tahun ini detik ini saat gw stress berat gw senang banget krn gw menemukan album Gavin Degraw dari tahun 2003. Benar2 sebuah kebetulan. Gw senang banget sama album ini.

Jumat, 31 Juli 2009

THE IMPOSSIBLE DREAM

Masih teringat saat pertama tulisan gw dimuat di sebuah harian lokal Warta Kota, waktu itu WK baru terbit dan masih berformat mirip Kompas bukan seperti sekarang. Tulisan berjudul 'Masih Perlukah Ruang Tamu?' masih terbingkai dengan manis di sudut kamar gw. Rasanya seperti mau meledak begitu ditelepon oleh redakturnya diminta untuk mengirimkan naskah aselinya. Nggak nyangka aja bisa. Sepanjang hari itu muka gw rasanya tersenyum terus. Nggak ada yg bisa ganggu kebahagiaan gw hari itu. Soalnya cuma berbekal membaca artikel2 yang ditulis Lynn Hirschberger dan almarhum Indra Safera dan gw langsung merasa, sepertinya gw bisa nulis dg gaya tulisan seperti mereka. Dan akhirnya gw membeli salah satu buku self-help tentang menulis gw lupa judulnya -buku itu sptnya sudah gw hibahkan ke salah satu fans gw, Anggi. Yang pasti buku itu karangan Andreas Harefa.

Kemudian gw mulai menulis artikel-artikel lainnya. Dimuat di Suara Pembaruan selama 2 minggu berturut2. Rasanya seperti mau meledak untuk kedua kalinya. Nggak kebayang aja baru pertama nulis dan kirim tulisan ttg fashion dan lifestyle, tahu-tahu dimuat di harian berskala nasional seperti itu. Hasil tulisan itu gw bisa jalan2 ke Wonosobo yang ternyata indah, awalnya gw meremehkan tempat itu pasti buruk krn daerah asal pembantu. Bok you should go there and stay in Temanggung. It's a breathtaking experience tinggal di apit 2 kaki gunung dengan pemandangan senilai jutaan dollar.

Kemudian mulai tulisan gw dimuat di tabloid interior, yang pertama di Rumah yang kedua di Home. Kemudian cerpen juga dimuat di Femina. Selanjutnya cerpen yang kedua di majalah Matra yang berjudul 'Penyakit Ire'.

Setelah itu keasyikan menulis di blog. Tapi karena tulisan gw di blog itulah gw bisa menjadi narasumber untuk koran Sindo, sebuah radio di Sulawesi, serta Hard Rock FM Bali. Berkat menulis di blog gw bisa menyambung hidup karena klien2 baru gw tahu kerjaan gw dari blog.

Berkat blog juga gw bisa berkolaborasi menulis untuk sebuah e-book Anthology. Thanks to Dillon and OOT gank and friends. Berkat blog juga gw bisa menulis untuk sebuah situs perusahaan Jepang. Many thanks to Dhina.

Sejak dulu gw juga pernah bermimpi untuk menjadi penulis musik. Dan mimpi itu tercapai berkat Ai yang mengenalkan kepada Welly, yang memuat tulisan2 gw secara rutin di creativedisc.com. Dan berkat mereka berdua, dua tulisan gw dimuat di majalah SoundUp edisi Juli ini. So lotta thanks to both Ai dan Welly. You both know my next destination really is. *dreaming still mode on*
Terima kasih juga buat Kyle, Dhina, dan Bobb Pinoy buat sharing lagu2nya.

Yah intinya sih kalau punya mimpi bukan nggak mungkin kok semuanya terjadi. Mungkin memang harus sabar dan keep believe in yourself. Tulisan pertama gw di tahun 2001 akhir, sekarang 2009 rasanya mimpi itu sebagian besar sudah menjadi kenyataan. One thing for sure make a plan and start to do it.

Last but not least thank God.

Mimpi berikutnya bisa nulis novel setebal 300 halaman dan punya buku kumpulan cerpen gw sendiri. Sebenarnya sih sudah ada beberapa terkumpul tapi kayaknya mesti butuh 30 cerpen lagi krn nanti kan disortir lagi mana yg layak dan tidak. Karena gw sendiri merasa cerpen gw gak semuanya bagus.

To dream the impossible dream
To fight the unbeatable foe
To bear with unbearable sorrow
And to run where the brave dare not go
To right the unrightable wrong
And to love pure and chaste from afar
To try when your arms are too weary
To reach the unreachable star
This is my quest
To follow that star
No matter how hopeless
No matter how far
The Impossible Dream - Luther Vandross

Minggu, 19 April 2009

STAND BY ME - SEAL

Sudah lama suka lagu ini mungkin malah sejak SD waktu menonton film yang dibintangi Jerry O Connel, River Phoenix, Will Wheaton. Tadi sore saat mau pulang mulai mendengarkan lagu ini dengan seksama dan menikmati versi Seal yang diproduseri oleh David Foster. Dan langsung semangat gw timbul di tengah berbagai masalah yang menghadang. Setidaknya dengan liriknya yang memberi semangat baru, seakan Seal ada bersama gw menemani dengan nyanyian.
Setelah selesai menunaikan tugas personal shopper dan meeting, akhirnya gw berjalan dengan langkah bagaikan model *hahaha ngareuph*, dan jembatan penyeberangan menuju halte busway langsung berubah menjadi runway. Lagian lagunya emang enak deh buat jalan bak model. Ya setidaknya lagu ini bikin semangat, membuat segala masalah terasa kecil dan ringan. Dan akhirnya menutup hari dengan gembira karena ada peningkatan sebanyak 30 orang mendownload SKETSA dalam waktu sehari ini. Thanks a lot to all of you who had downloaded that free e-book.




When the night has come
And the land is dark
And the moon is the only light we'll see
No I won't be afraid, no I won't be afraid
Just as long as you stand, stand by me

And darlin', darlin', stand by me, oh now now stand by me
Stand by me, stand by me

If the sky that we look upon
Should tumble and fall
And the mountains should crumble to the sea
I won't cry, I won't cry, no I won't shed a tear
Just as long as you stand, stand by me

And darlin', darlin', stand by me, oh stand by me
Stand by me, stand by me, stand by me-e, yeah

Whenever you're in trouble won't you stand by me, oh now now stand by me
Oh stand by me, stand by me, stand by me

Darlin', darlin', stand by me-e, stand by me
Oh stand by me, stand by me, stand by me
Stand By Me - Seal





Stand By Me - Seal

Kamis, 26 Maret 2009

136 Original Music Albums

picture courtesy of fabrizio amoroso

It's uncontrollable
And I just can't help it

When I try to leave

And I'm right back at it

So uncontrollable

And I just can't hide it

When I try to leave

It keeps on pushing me

Uncontrollable

Uncontrollable - Adrienne Bailon



I don't want to show off. But I really need to reevaluate this phenomena that happens to me. I know I have it all on my work hard, my own money.

But the problem is, is it really what I want? Is it really my passionate to music?

Consider that some of them is just an instant compulsive buying while I was at the music stores.

Is there a corelation to the competition between me as a music addict and my friends who were also music addicts?

I really dont think so. Altough sometimes I feel jealous to their music collections. But I guess what really drives me crazy is the ex factor. Lolz. You know my ex friend with benefit, F124n05, as a music buyer for a big and legendary music store in my country has a huge collection of music library. And somehow maybe I want to show him that I can make my own music library without any help from him, without any free samples he didn't like then gave them to me, without any discounts that he could get from the distributors. I want to show him that I can build my own music collections with my own money. At first I tought I wouldnt have a free samples just like him. But here I am now, I can buy music albums with my own money but then I also can have free samples from the distributors.

Satisfied??

Nope. I think there still is a void in my heart. hix...
(T_T)

You can talk all you want but my skin is really thick
I’m the leader of a crowd and my game is really slick
I’m unstoppable
Unstoppable
Unstoppable
Unstoppable
Unstoppable - Kat DeLuna

CREDIT aka Acknowledgment

Image and video hosting by TinyPic


Di sini bukan berarti credit-credit buat belanja ya. Tapi credit dalam pengertian penghargaan terhadap seseorang, yah mungkin lebih tepatnya sih acknowledgement begitu.Meminta tolong seseorang untuk membantu kita, sudah selayaknya kalau kita berterima kasih. Baru-baru ini seorang pinoy mengungkapkan rasa terima kasihnya karena gw selalu say thanks utk setiap postingan musik2nya yang selalu up to date. Senang rasanya krn ternyata ungkapan terima kasih gw karena mendapatkan musik2 terbaru untuk karir menulis musik gw justru mendapatkan balasan yg besar artinya buat gw. Dan ternyata apa yang gw lakukan ini, sedikit banyak mulai membuahkan hasil berupa apresiasi dari kontak2 gw di belahan bumi lain.

Memberi dorongan semangat dan penghiburan bagi teman2 yg jauh di dunia maya yang sedang menghadapi berbagai masalah pun ternyata bisa memberikan arti yang mendalam. Setidaknya dari afeksi yg ditimbulkan, reaksi baliknya yang positif sedikit banyak memberikan arti baru dalam hidup gw. Gw tulus dan menjadi diri sendiri apa adanya, mereka menghargai. Gw tulus memberikan perhatian, mereka mengapresiasi balik juga. My life is becoming more meaningfull. Seandainya saja Nick tahu apa yang harus dilakukannya dengan hidupnya, berbuat lebih daripada sekedar bermain game online dan kemudian bunuh diri. Mungkin hingga hari ini dia masih akan hidup.



But I will run until my feet no longer run no more
And I will kiss until my lips no longer feel no more
And I will love until my heart it aches
And I will love until my heart it breaks
And I will love until there's nothing more to live for
Run - Amy Macdonald


Minggu, 22 Maret 2009

MY ADDICTION to Music

Hmm bulan ini memang agak kelabakan dalam menangani kecanduan belanja CD musik gw. Awal Maret dibuka dengan The Feeling dan Jamie Scott & The Town.

Dilanjutkan sehari kemudian dengan Jason Mraz tidak satu tapi ketiga albumnya. Meski sudah memiliki album ketiganya, namun karena dirilis album ke-3 yang dilengkapi dengan versi Live EP & Live Show DVDnya. Jadilah ikutan membeli album ke-3 ini. Sabtu itu ditambah dengan koleksi Duffy *ini jg karena merasa mesti memiliki versi Deluxe Edition-nya meski sudah punya versi biasanya*, Lenka, Jennifer Hudson, satu album Indonesia Sisi, satu album terbaru Jikustik untuk teman di Jepang, satu album kompilasi lagu2 1980-an kenangan masa SD 'The Old Skool' produksi Singapura. Selain itu belanja Jikustik pesanan teman juga. Besoknya nih dilanjutkan belanja 3 keping Gugun & The Bluesbug yg satu buat gw setelah sekian lama berkeinginan memilikinya. Dua lagi untuk pesanan teman2 gw di Jakarta dan Semarang. Selain itu belanja album JFlow, dan beruntungnya saya mendapatkan Stacie Orrico dan Simon Webbe seharga Rp.25.000 sekepingnya.

Kemudian pertengahan Maret, beli lagu album Hush, sebenarnya sih produksi lama tahun 2005. Tapi yg membuat penasaran judul2 lagunya sih lagu nostalgia tapi musik dan liriknya sih benar-benar berbeda sekali. Musiknya pop, rock, folk gitu deh. Suara vokalis perempuannya juga khas banget.

Kemarin Sabtu baru saja membeli album Maliq sekaligus dua album. Hahahahaha tahu nih dulu gak terlalu suka, tapi sekarang malah kecanduan. Dilanjutkan dengan satu album Jikustik pesanan teman di Jepang. Kemudian Eric Clapton 'Complete', Jens Lekman yang asyik banget albumnya, dan Kubb yg tidak terkenal tapi lagunya asyik2 juga.

Dan ternyata ini masih ditambah lagi dengan memesan OL, MYMP, band asal Phillipina yg enak banget menginterpretasikan lagu2 nostalgia dengan cara mereka sendiri.

Dan yang paling mengesankan buat gw adalah pesanan CD yg hanya 2 awalnya, Jonas Brothers dan Keane, tapi ternyata malah berakhir mendapatkan bukan 2 tapi 5. Karena ditambahkan Rihanna yg Reloaded, Fall Out Boys, The Killers.

Kemudian kemarin ditutup dengan belanja Ryan Cabrera yang album pertama.

Duh bulan Maret ini memang koleksi CD gw meningkat drastis deh *pamer mode on*
Senang sih, meski kebanyakan bukan collectible items banget. Tapi ya mudah-mudahan sih dengan berjalannya waktu bisa menjadi collectible items.

I'm addicted to you
I'm addicted to you
I'm addicted to you
You're my addiction
I'm addicted to you
I'm addicted to you
I'm addicted to you
You're my addiction
Addiction - Ryan Leslie

Sabtu, 14 Maret 2009

KOLEKSI CD

Koleksi saya banyak?? Nggak baru juga 120-an. Itu juga bukan berisi CD koleksi2 langka. Hanya kebanyakan berisi album-album yang sebagian besar sedang ngetop saja.

Awal mendapatkan CD itu sekitar tahun 1990-an awal. Waktu itu masih di Batam. Saya memesan album Whitney Houston tapi ternyata kosong dan Ibu saya membelikan CD New Kids On The Block album pertama yang waktu itu sedang ngetop-ngetopnya dan akan merilis album kedua mereka pada musim panas 1990an.

Tapi karena CD mahal akhirnya baru pada 2007 saya mulai mengalihkan koleksi kaset menjadi digital, alias membeli CD. Soalnya tape deck, walkman saya rusak semua. Jadi bingung mau memutar dimana koleksi-koleksi kaset saya. Koleksi kaset sih masih sedikit juga. Cuma 170an. Dulu saya beli kaset masih pilih2. Mesti suara yang enak. Jangan harap saya waktu dulu membeli album karya musisi seperti Mraz.

Sekarang nih suara yang penting khas, ditunjang musiknya berkualitas dengan lirik yang catchy saya dengan senang hati membelinya. Mungkin itu sebabnya dalam 3 tahun koleksi CD saya sudah hampir menyamai koleksi kaset saya. Meski sedang berusaha untuk mendigitalkan koleksi kaset saya, tetapi rasanya sulit mengingat beberapa album sudah sangat sulit utk didapatkan.

Minggu lalu saat berbelanja di toko langganan, tempat F bernaung, salah seorang pegawai toko menelepon atasannya ada kolektor CD hendak menjual koleksi CDnya sejumlah 400 buah yang katanya sih cukup banyak yang langka senilai 50 juta.

Menarik sekali. Mudah-mudahan sih nggak sampai harus menjual koleksi CD yah. Amen.

DELUXE EDITION

Awalnya sih mulai jadi kolektor sejak masih SMP kelas 1. Waktu itu kaset pertama yang saya beli adalah album kedua Whitney Houston, yang berjudul Whitney. Dan sejak saat itu mulailah perburuan saya terhadap koleksi2 album musik dari musisi dunia yang menjadi fave saya. Dari Barbra Streisand sampai Barry White. Dari Dionne Warwick sampai Celine Dion. Yah namanya selera memang tidak terbatas waktu dan genre. Meski awalnya selera saya hanya melibatkan musisi yang masuk kategori vokalis, biduan dg kekuatan teknik vokal. Tapi lama kelama2an selera saya berubah mulai meluas ke arah musisi/vokalis. Yah sejak tahu nikmatnya mendengarkan suara musisi yang bisa menciptakan lagu sendiri tanpa vokal yang powerful tapi memiliki musikalitas yang tinggi. Cakrawala musik saya mulai meluas dan berubah.

Dulu album-album yang dirilis sih, paling adanya album studio, album rekaman live, dan album the best of.

Tapi di Indonesia sejak tahun 2004 - 2007 itu marak yang namanya album repackage. Entah maxudnya mungkin untuk meningkatkan penjualan. Sayangnya saya jarang tertarik membeli album karya musisi Indonesia. Mungkin karena mudah dimengerti, sementara untuk musisi luar kan mereka menggunakan bahasa Inggris, jadi lebih sulit dimengerti bahasanya, lebih menarik untuk dipelajari karena kadang2 apa yang tertulis mereka menggunakan ungkapan2 yang memiliki makna berbeda dengan rangkaian kalimatnya. Jadi memang lebih misterius saja karya musik musisi luar ketimbang musisi Indonesia.

Nah kalau di Indonesia ada istilah repackage, album musisi luar malah ada istilah Deluxe Edition. Biasanya sih album begini ada bonus track baru, atau rekaman live performance atau bahkan video music.

Yang bikin bete adalah kadang saya sudah beli CD karya musisi tersebut, ternyata beberapa bulan kemudian labelnya merilis versi Deluxe Edition-nya. Tentu bikin keki kan? Akhirnya saya karena menggemari artisnya juga penasaran ingin memiliki membeli lagi versi Deluxe Edition-nya. Koleksi lama saya akhirnya saya lungsurkan buat teman-teman yang memang penggemar musik, tapi tidak begitu beruntung bisa sering2 membeli CD seperti saya.

Entahlah mungkin itu adalah strategi dagang dari label-label besar di dunia dalam mengantisipasi penurunan penjualan album fisik artis2 dunia yang sampai 70% sejak 2001 hingga saat ini.

Yah buat saya yang penggemar musik ini, mau sekarang ada MP3 bajakan mah nggak akan pengaruh ke saya. Bukan sombong, tapi saya memang lebih suka beli aselinya karena saya menganggap membeli album musik secara fisik itu bagaikan membeli karya seni dengan harga lumayan terjangkau dari seniman dunia.

Saya suka membaca booklet covernya yang berisi lirik, credit tittle memuat musisi yang terlibat di dalamnya, bahkan sampai acknowledgment artis tersebut kepada mereka semua yang terlibat.

Buat saya membeli musik bukan hanya enak didengarkan, tapi juga mengerti konsep bermusiknya, sampai jenis alat musik yang mereka gunakan, choir dan backing vocalnya, genre musiknya. Itu menarik buat saya. Maklumlah saya designer, sejak kuliah selalu ditanya konsepnya apa. Jadi kebiasaan mengulik konsep itu terbawa hingga sekarang. Dan memang menarik sih.

cause we are living in a material world
And I am a material girl
You know that we are living in a material world
And I am a material girl
Material Girl - Madonna

BERBURU CD JASON MRAZ

Awalnya sih suka Jason Mraz itu gara-gara lagu Beauty In Ugly yang dipakai untuk soundtrack serial Ugly Betty. Duh lagu itu kayaknya buat gw banget deh. Yah setidaknya menyemangati gw untuk jadi diri sendiri dan tidak merasa minder dengan keadaan gw yg overweight begini.

Well if you wanna get free
And if you wanna do the passionate thing
And if you wanna get smart for the sake of your heart and oh,
You should own your name and stand up tall
And get real and see the beauty in ugly
And see the beauty in ugly

Beauty in Ugly - Jason Mraz

Nah dari situ baru kenal-kenal sepintas aja. Malah awalnya gak tahu sama sekali. Tahunya pas tahun 2006-2007 dengerin di Trax FM.

Pas kenal dengan ALX di salah satu blog, yg adalah die hard fans of Mraz baru deh gw mulai suka2 jg. Dan rupanya pengaruh JM itu bikin addicted mengingat musiknya yang oke dan lyric2nya yang dalam itu. Menyentuh lah dan bikin orang jadi kecanduan.

Awalnya sih baru Agustus 2008 gw beli album ketiganya. Terus akhir 2008, Desember akhir gitu, gw mulai ingin melengkapi koleksi album Mraz gw. Pesan punya pesan sampai January kok lama sekali gak datang2 pesanan gw itu. Sampai gw akhirnya pesan tiket konser Mraz di JJF awal Maret lalu.

Dan akhirnya gw memutuskan utk mencoba mencari pesanan2 CD dari penggemar Mraz lainnya termasuk ALX, DLN, & HRS. Dan akhirnya terkumpulan pesanan 3 CD album pertama, 3 CD album kedua dan 1 CD album ketiga yg ada bonus DVDnya.

Duh susah betul, baru akhir Februari gw dapat kabar pesanan gw sudah datang. Itupun hanya ada 3 buah. Langsung deh kelabakan karena itu berarti gw gak dapat apa2 dan teman2 gw pun gak lengkap pula yg dipesan.

Akhirnya dengan telepon sana sini, andalkan jaringan teman kolektor CD, akhirnya terkumpul juga sejumlah 7 CD tersebut. Duh kebayang deh repotnya selama beberapa hari berburu CD MRaz. Mulai dari Senayan, Tomang, Thamrin dan Sabang semua dijelajahi dalam dua hari. Bukan apa-apa di situ itu pusatnya sih. Jadi kalau di situ nggak ada CD2 kolektor ya jangan harap di toko2 CD biasa kita bisa dapatkan CD2 itu.

Dan yang menyebalkan harganya itu naik pula. Terutama di toko yang memang terkenal sbg toko kolektor. Bedanya masak sampai 15rb. Belum yang album ke3 bedanya sampai 30rb. Duh, bisa beli satu CD lain dong kalo selisih harga ditotal itu. Lumayan kan. Mana itu gw talangin semua dulu. Lumayan itu minggu lalu itu total belanja CD gw terbanyak deh sampai 7 digit. Tapi tetap ya punya gw habis 6 digit juga. Jadi dihitung2 tuh total pembelian CD gw sama total pesanan teman yah hampir seimbang lah. Duh pusing sekarang gak punya duit hahahahaha.

Padahal pengen beli Estelle, L'edisi dan lain-lain hix.......

Sabtu, 28 Februari 2009

SINGING OUT LOUD


Baru-baru ini seorang teman bergabung dengan sebuah kelompok paduan suara hingga akhirnya menempuh debut perdana tampil dalam sebuah acara pesta perkawinan....
Senang aja mendengar beritanya apalagi choir tersebut oke banget buat berlatih kedisplinan dan kemampuan membaca not dan bernyanyi deh. ...

Jadi ingat waktu pertama kali les di BinaVokalia, duh aseli malu bener deh gw..... Jadi ceritanya kan gw merengek2 minta les di BV tuh sudah lama secara dekat sm SMA gw wkt itu. Nah akhrinya keturutan tuh dikasi lah sm nyokap gw les di situ. Karena gw pake alasan buat bikin karya tulis utk ikut Ebtanas. Di SMA gw waktu itu mesti bikin karya tulis supaya bisa ikut Ebtanas. Diuji lho meski pengujinya cuma satu orang guru yg ditunjuk.

Nah hari pertama les itu, gw dimasukkan bersama anak2 kecil. Yah yg bikin malu lagi tuh anak2 kecil masih 5-8 tahun kemampuan baca not baloknya gila2an deh. Jadi ya kan dikasi not balok trus dibaca sambil dinyanyikan...Duh bener2 deh jago. Setelah itu ya hearing kan. Jadi mendengarkan anak lain yang menyanyikan satu bar gitu kita disuruh menulis notasinya di buku not balok. Dan gw, gagal dengan suksesnya hahahahahaahhahaha Setelah itu kan disuruh nyanyi kan perform nih ceritanya...boooo gw pikir gw mesti pilih lagu anak2 gitu kan secara masuknya sm anak2, jadi gw pilih nyanyi lagu desaku.

Desaku yang kucinta
pujaan hatiku
tempat ayah dan bunda
.........


Selesai nya langsung deh Mbak Citra komentar, " nanti lain kali pilih lagu jangan lagu anak2 ya "
Boooooo untung yg lain anak2 kecil semua hahahhhaahahahahh

Pengalaman yang kurang menyenangkan itu nyanyi di choir.....Dohhh kayaknya Im not a choir material deh...Maklumlah Divo gitu lho mana tahan tampil beramai2 gitu.....Mesti tampil sendiri di bawah spotlight.....
Lagunya gw gak suka, gak hapal aja gitu jadilahhhhh pas tampil gw megap megap kayak ikan mas koki aja.....
Yah mending nyanyi solo deh bisa pilih lagu sendiri...Susah kalo di choir.....

Paling berat dapat lagu banyak, mesti hapal semua kan boooo sudah gitu mending gampang materi lagunya
Beratnya di choir itu *salut deh buat yg choir material* kadang ada lagu yang materinya itu susah bener.
Jadi kan bisa pecah dua suara, trus pecah 4 suara, habis gitu bisa satu suara. Itu bisa aja kejadian dalam satu lagu. Ditambah lagi kalo liriknya bisa sampe 3 bait hufff selamat ngapalin deehhhh... Sudah gitu bisa jadi satu bait lirik itu dinyanyikan gantian satu suara dan pecah suara, atau cowo sendiri dan cewe sendiri...Doooooooh selamat deh ngafalin urutan nyanyinya...... Stresss boooo

Soooo I decided so long good bye deh sm choir thingy hahahhaha....
Mungkin kalau ditilik tuh bedanya nyanyi di choir penekanannya lebih ke tehnik yah, secara emosi sih tetap pakai emosi. Tapi tetap aja kan gak akan berasa seperti pada penyanyi solo. Kalau penyanyi solo, suara pas-pasan mah mesti punya materi lagu yg oke dan penjiwaan yang kuat. Itu menurutku lho ya. Tapi yah lebih baik kalo punya suara oke, menguasai teknik dan penjiwaan yang mendalam. Kadang kan sudah suara nggak oke, tekniknya juga kurang. Baca not juga susah. Cuma mengandalkan hearing aja. Wah ya repot deh kalo penyanyi kayak gitu.

Kalau punya pendapat berbeda yah terserah.

Pas nonton American Idol tuh babak hollywood week. Tsk tsk tsk tsk betapa bodohnya peserta2 yg ngotot bernyanyi sampe subuh. Gila aja gambling gitu. Soalnya kan semakin begadang dijamin suara besok pasti hilang. Itu aja gak pakai nyanyi2. Gimana coba kalau pakai acara nyanyi2 segala?? Apa nggak terlalu dipaksakan tuh pita suara. Gw sih milih tidur awal besok paginya baru mulai nyanyi dan latihan. Yah gak heran kalo yang gak lolos itu kebanyakan yang ngotot2 gitu. Yah lagian emosional sekali. Akhirnya malah lupa lirik, suara nggak keluar dan jadi fals. Parah kan???

Heran deh padahal materi vokalnya oke. Dan terdengar profesional pada babak audisi. Tapi kok yah gak ngerti soal2 menjaga suara gitu secara fisik dan emosi.




I Was Born To Sing.mp3 - Maribeth