Rabu, 14 Oktober 2009

Fans

Tadi sore sebelum meliput untuk konser Dancing Queen tiba2 dapat sms dari teman yang memberitahukan kalau ada yang menanyakan soal gw di situs dimana gw menjadi kontributornya.
Soalnya gimana ya? Agak2 surprise aja melihat kalau tulisan2 gw ditunggu2 dan digemari oleh para pengunjung situs musik creativedisc.com.
Beberapa waktu lalu seorang teman lama bahkan mengatakan seperti ini dalam surelnya.

Tulisan2 lo udah mulai dikenal orang loh. Pernah ada yg nanya ma gw tuh orang malah taunya lo itu penulis dibandingkan designer interior. Bravo deh.

Hehehe gede kepala deh jadinya. Di satu sisi sih gw merasa senang. Siapa sih nggak makin senang jadi tambah populer? Yah senang juga kalau mulai dikenal orang. Cuma di satu sisi agak kuatir juga sih. Nggak tahu mungkin hanya sedikit perasaan insecurity aja.

NB: masih habis senang kemarin ternyata malam ini malah bete gara2 baru tahu laura izibor ternyata gak ada di daftar penampil di java soulnation

Senin, 12 Oktober 2009

MELIPUT LAGI

Semalam meliput konser Classic Chrisye. Meski ngaret ya, untungnya layak untuk dinantikan. As a newbie agak kagok dalam meliput bersama wartawan2 dari big media company lainnya. A lil bit intimidated. Tapi senang juga akhirnya bisa bertemu muka dengan Dipa Mulya, reporter Female yang dulu sering banget gw dengar suaranya di radio. Sempat juga lihat managing editor salah satu majalah musik ternama di Indonesia. Ada juga teman FB sempat juga sih lihat di MP tapi ya kenal2 gitu aja jadi dia nggak ngenalin gw hehehehe it's okay. Press conference ternyata setelah selesai konser, ngantuk bo. Artis ternyata juga banyak yang nonton di tribun, bukan di VIP. Kemarin dengan dodolnya seperti orang bego nyariin teman sesama liputan dari sound up, Surya. Pas jalan gw sambil smsan jadi gak ngeh ada reporter dan VJ dari sepertinya sih Djarum Black gitu apa dari . Jadi ya pastilah terlihat seperti orang dungu. Aseli gw gak nyadar blas. Untung aja gw gak nabrak tuh VJnya yang lagi cuap2. Soalnya gw lihat tuh fotografer temen gw di belakang cameraman mereka. Dodolnya gw gak sadar itu lampu sorot yang terang itu dari camera mereka. Gw sama sekali gak mikir kalo sedang berlangsung syuting. Mudah-mudahan sih kena editing. Malu dong, e-librity dalam pose nggak banget. Hahahahahahaha.
Setelah selesai acara, foto bareng sama D'cinnamons. Aseli ternyata ramah banget, soalnya sempat nonton dulu dan baca ttg vokalisnya kok terkesan kaku hehehehe maaf ya. Ternyata salah duga. Over all kemarin penampilan D'cinnamons itu memang fave gw banget. Bawain lagu Chrisye dengan sentuhan akustik folk. Keren deh. Suka. Ya berasa beda aja secara yang lain kan sebagian besar full orkestra. Kemarin yang juga mencuri perhatian adalah Armand Maulana. Yah dengan gaya bernyanyinya yang khas ngeden memang outstanding. Padahal permainan musiknya juga gak sederhana. Tapi memang cuma Yockie Suryaproyogo dan Budjana yang mengiringi. Jadi benar-benar sederhana tapi membuat Armand tampil memukau.
Entar deh gw bikin tulisan reviewnya. Cek aja di Sound Up.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Review Album: Round 2 - J. Holiday



Ada 7 alasan kenapa saya merasa harus memiliki album ‘Round 2’ ini:
  • Alternatif baru dari dominasi Ne-Yo dalam ranah R&B. Sejak kemunculan album pertamanya, ‘Back of My Lac ‘, saya sudah tertarik dengan J. Holiday, mengingat gaya tampilannya lebih mirip musisi hip-hop ketimbang R&B yg lebih flamboyant, seperti Ne-Yo. Dominasi Ne-Yo dalam chart dan playlist radio saat ini buat saya begitu menjenuhkan. Itu sebabnya J. Holiday membawa suara yang lebih segar buat saya.
  • Mendengarkan J. Holiday seakan mengenang kembali masa-masa kejayaan Babyface di dekade 90an. Bedanya J.Holiday terasa lebih segar, lebih relevan dengan R&B kontemporer saat ini.
  • Interpretasi dan timbre vocal J. Holiday yang pas untuk lagu-lagu R&B kontemporer saat ini. Meski sepintas terdengar seperti Mario dan Ne-Yo, tapi J. Holiday memiliki warna tersendiri yang langsung dapat dikenali.
  • Didukung oleh produser macam The Dream, yang bersama Tricky berhasil membawa Rihanna sukses dengan ‘Umbrella’. Berdua mereka pernah dinominasikan untuk Grammy. Ada produser Jasper Cameron yang sukses mengubah image Christina Aguilera lebih nakal dalam ‘Stripped’ juga membantu Ciara dalam album teranyarnya, ‘Fantasy Ride’. Dengan sentuhan tangan dingin mereka, album ‘Round 2’ memang terasa lebih nikmat untuk didengarkan.
  • J Holiday menyanyikan sekumpulan lagu yang kental dengan sentuhan R&B yang romantis. Sangat pas untuk kalian yang sedang mencari musik-musik cinta yang baru. Dengarkan ‘Run Into My Arms’ yang manis, atau ‘Make That Sound’ yang lebih megah. J. Holiday memanjakan telinga saya. Komposisi-komposisi di album ini sungguh cocok untuk didengarkan saat makan malam berdua ditemani temaram cahaya lilin atau menemani saat-saat bercinta di kamar.
  • Coba perhatikan lirik ‘Fly’ yang manis dengan aransemen yang melodius membius dijamin kalian akan jatuh cinta dengan lagu ini.

Lord knows I wanna keep you, life without you I just can't see it. But sometimes you gotta let love be what it's gonna be. I'm a let you fly and pray you come back to me cause I do believe. If I let you fly then you fly back, then it was meant to be. So fly, fly, fly, fly.

Dan itu bukanlah satu-satunya lirik romantis dalam album J. Holiday ini.
  • Album ini diwarnai dengan beberapa sentuhan aroma musik, selain hip-hop tentunya. Pada ‘Intro’ J. Holiday berhasil membuktikan penyanyi yang mampu membawakan nuansa jazz. Sedangkan pada komposisi ‘I Tried’, raungan gitar listriknya dipadukan dengan gaya bernyanyi J.Holiday yang black, membuat lagu tersebut menjadi komposisi R&B yang ngerock.
  • Sungguh terlalu jika menjadikan J. Holiday sebagai underdog yang berada under your music radar. Album ini begitu menarik untuk dilewatkan begitu saja. Penggemar R&B sejati pasti akan menjadikan album Round 2 J. Holiday ini sebagai bagian dari koleksinya.

Track List
1. Intro
2. It's Yours
3. Fall
4. Don't Go
5. Wrong Lover featuring Rick Ross
6. Run into My Arms
7. Sing 2 U
8. Lights Go Out
9. Make That Sound
10. Forever Ain't Enough
11. Fly
12. Homeless
13. I Tried:

Jumat, 09 Oktober 2009

LIPUTAN KONSER AIR SUPPLY

Even the nights are better
Now that we’re here together

Diawali dengan lagu ‘Even The Nights Are Better’, Air Supply membuka konsernya setengah jam lepas pukul delapan malam. Untuk artis seusia mereka duo senior ini masih nampak berenergi. Meski gaya bergoyangnya masih terasa jadul, tapi semangat dan karismanya cukup bersinar terang malam itu.

Air Supply, duo yang digawangi oleh Russel Hitchcock dan Graham Russell ini telah lebih dari tiga dekade menapaki dunia musik sejak 1975. Mereka telah menghasilkan 18 studio album dan 17 single hit. Lagu-lagu mereka telah menjadi lagu yang klasik dan abadi. Mulai dari pop diva macam Celine Dion hingga country diva Carrie Underwood, termasuk boyband Westlife pernah membawakan lagu-lagu Air Supply, baik dalam album atau penampilan live mereka.
Setelah ‘Even The Nights Are Better’, Russel yang bersetelan jas biru celana hitam, membawakan pula hit-hit mereka yang lain seperti‘Just As I Am’, ‘Goodbye’, ‘Lost In Love’.

Pada penampilan ke-15 kalinya di Indonesia kali ini, duo ini nampaknya memang masih memiliki magnet yang kuat lewat lagu-lagu soft rocknya yang memorable. Penonton yang datang meski sebagian besar berusia mendekati atau lewat setengah abad, toh banyak juga penonton yang tergolong dewasa muda. Dan hebatnya yang muda pun khatam sebagian besar lirik lagu-lagu hit Air Supply.

Pada konser dimana Air Supply dibantu dengan 4 additional player, mereka tak lupa memberikan perhatian pada korban gempa di Sumatera Barat. Graham memberikan kata sambutan sebelum muncul video montage tentang liputan korban gempa. Pada kesempatan amal tersebut Air Supply menyumbangkan sebuah gitar yang telah ditandatangi oleh Graham dan Russel untuk dilelang pada situs www.tommypratama.com.

Vokal tenor Russel Hitchcock sendiri malam itu cukup membuat decak kagum, mengingat usianya yang sudah 6 dekade. Meski pada tembang ‘The Power Of Love’ terasa diturunkan nada dasarnya serta lebih minim overtone, setidaknya Russel masih terdengar prima pada nada-nada panjang pada setengah bagian pertama konser. Pada lagu ke-13 yang menjadi puncak penampilannya malam itu sebenarnya, ‘Making Love Out Of Nothing At All’, Russel terdengar sedikit kewalahan. Lagu tersebut memang tidak mudah dibawakan bahkan bagi penyanyi yang muda sekalipun, jadi secara keseluruhan Russel cukup memuaskan penggemarnya.

Duo ini cukup komunikatif dengan penonton. Mereka bahkan muncul di tengah penonton dan berkeliling hall menyapa para penonton, membuat konser terasa lebih hangat dan akrab. Saat solo membawakan lagu baru yang akan ditampilkan dalam album teranyar mereka, Graham menceritakan latar belakang lagu itu tercipta. Graham mengatakan lagu yang berjudul ‘A Little Bit More’ itu terinspirasi dari seorang sahabat wanita yang telah kehilangan suaminya setelah pesta ulang tahun pernikahan. Saat Graham bertanya apa yang ingin disampaikan lewat lagu yang akan diciptakannya. Sang sahabat wanita menjawab ia hanya ingin sedikit waktu lagi bersama sang suami.

Graham membawakan lagu ini dengan sedikit sentuhan folk cuntry. Malam itu memang pada beberapa bagian dimana Graham solo, ia mencoba untuk memberikan sentuhan folk country.
Satu tindakan lain yang juga menyentuh para penggemar Air Supply adalah saat Graham meminta para penonton di kelas festival yang berada di bagian belakang hall untuk maju ke depan panggung. Memang itu dilakukan saat-saat terakhir, saat lagu penutup akan berkumandang. Malam itu dengan aksi panggung yang memikat antara Graham dan drummer, vocal Russell yang melengking ‘All Out Of Love’ menjadi penutup konser yang manis.

I'm all out of love, what am I without you
I can't be too late to say I was so wrong

Untuk foto2 lihat di majalah Sound Up edisi Oktober.

Kamis, 08 Oktober 2009

NONTON AIR SUPPLY

Kemarin akhirnya untuk pertama kalinya dapat tugas liputan sebagai pers untuk konser Air Supply. Pake ID Pers gitu lho hahaha *lebay mode on*

Yah lumayan sih bisa nonton gratis, bukan gratis sih tapi bayar pake tulisan hehehehehe......

Hebat juga tuh duo opa meski goyangnya jadul tetep berkarisma dan bertenaga. Yah untuk ukuran orang setua itu salut deh gw.