Rabu, 28 Oktober 2009
MEETING WITH JESSICA MAUBOY
Selasa, 20 Oktober 2009
KILLER SONG
I want your loving
And i want your revenge
You and me put on a bad romance
I want your loving
All your love is revenge
You and me put on a bad romance
Russian Roullete
Take a breath, take it deep
Calm yourself, he says to me
If you play, you play for keeps
Take a gun, and count to three
I’m sweating now, moving slow
No time to think, my turn to go
[Chorus ]
And you can see my heart beating
You can see it through my chest
And I’m terrified but I’m not leaving
Know that I must must pass this test
So just pull the trigger
Say a prayer to yourself
He says close your eyes
Sometimes it helps
And then I get a scary thought
That he’s here means he’s never lost
(Chorus)
As my life flashes before my eyes
I’m wondering will I ever see another sunrise?
So many won’t get the chance to say goodbye
But it’s too late too pick up the value of my life
(Chorus)
Russian Roulette - Rihanna
Killer song!
Take a breath, take it deep
Calm yourself, he says to me
If you play, you play for keeps
Take a gun, and count to three
I’m sweating now, moving slow
No time to think, my turn to go
[Chorus -- JustJared.com]
And you can see my heart beating
You can see it through my chest
And I’m terrified but I’m not leaving
Know that I must must pass this test
So just pull the trigger
Say a prayer to yourself
He says close your eyes
Sometimes it helps
And then I get a scary thought
That he’s here means he’s never lost
(Chorus)
As my life flashes before my eyes
I’m wondering will I ever see another sunrise?
So many won’t get the chance to say goodbye
But it’s too late too pick up the value of my life
(Chorus)
courtesy of JustJared.comMinggu, 18 Oktober 2009
MARIAH CAREY - I WANT TO KNOW WHAT LOVE IS
Mariah Carey di album kedua belasnya, ‘Memoirs of an Imperfect Angel’, merilis single keduanya yang berjudul ‘I Want Know What Love Is’. Pada lagu yang aslinya dibawakan oleh ‘Foreigner’ ini, Mariah yang dibantu oleh produser C. "Tricky" Stewart dan James "Big Jim" Wright, berusaha kembali pada pakem pop R&B lamanya. Mungkin untuk mengangkat kembali popularitas Mariah setelah single pertama Obsessed yang secara komersial dianggap kurang memuaskan. Apalagi penjualan minggu pertamanya yang benar-benar jatuh dibandingkan album sebelumnya.
Lagu ini memiliki alur yang naik pada akhirnya. Awalnya mungkin terdengar biasa saja, tetapi Mariah mematenkan ciri khasnya pada bagian akhir lagu ini. Sentuhan aransemen vocal ala Mariah nampak jelas sekali dengan overtone pada bagian reffrein. Komposisi dengan overtone yang dilakukan berulang Vokalnya yang berbisik kembali ditekankan pada bagian reffrein pertama, hingga memberi sentuhan lembut yang romantis pada lagu ini. Sementara itu teknik melesma Mariah yang meliuk-liuk juga ditunjukkannya pada akhir bait dan reffrein kedua. Sementara pada pengulangan reffrein bagian akhir dengan vokal yang bertenaga Mariah melakukan lengkingan yang menjadi ciri khasnya. Hingga membuat lagu yang didukung backing gospel choir terdengar begitu megah. Setidaknya single ini mengobati kerinduan penggemar-penggemar lamanya pada lagu-lagu dari album-album terdahulunya macam ‘Hero’, ‘Anytime You Need A Friend’ atau ‘Open Arms’.
I gotta take a little time
A little time to think things over
I better read between the lines
In case I need it when Im colder
In my life there's been heartache and pain
I don't know if I can face it again
Cant stop now, Ive traveled so far
To change this lonely life
I wanna know what love is.....
I want you to show me......
I wanna feel what love is.....
I know you can show me......
I'm gonna take a little time
A little time to look around me....
Ive got nowhere left to hide
It looks like love has finally found me....
In my life! there's been heartache and pain
I don't know if I can face it again
I cant stop now, Ive traveled so far
To change this lonely life!.!.!.!.
I wanna know what love is.....
I want you to show me......
I wanna feel what love is......
I know you can show me......
I wanna know what love is....
I want you to show me....
And I wanna feel, I want to.... feel what love is....
And I know, I know you can show me....
show me
I wanna know what love is, lets talk about love
I want you to show me, I wanna feel it too
I wanna feel what love is, I want to feel it too
And I know and I know, I know you can show me
Show me love is real, yeah
I wanna know what love is...
Jumat, 16 Oktober 2009
Spandau Ballet latest single Once More
INTERVIEW ARTIST
Nah gw sih belum sejauh itu. Tapi dapat kesempatan utk wawancara spt ini rasanya spt huge step buat gw secara pribadi.
Kamis, 15 Oktober 2009
Review Album: MATT KEARNEY - CITY OF BLACK AND WHITE

Tak ada kata terlambat untuk mengenal Mat Kearney. Lagu-lagu Kearney seringkali digunakan untuk menjadi musik latar untuk berbagai serial top di Amerika sana. Mulai dari Grey’s Anatomy, The Hills, Laguna Beach, Kyle XY, hingga Bones dan Friday Night Lights. Lagu-lagu Mat Kearney memang nikmat membuai telinga. Perpaduan yang pas antara pop, country dan rock membuat saya langsung kecanduan mendengarkan album ini. Apalagi warna suara dan interpretasi Kearney nikmat didengar. Segalanya terdengar pas secara sempurna. Bukan pas-pasan. Tapi pas, tepat secara musikal. Tak heran jika lagu-lagunya sering digunakan sebagai musik latar serial TV. Rasa-rasanya lirik dan melodi yang ditulis Kearney memang cocok untuk menggambarkan suasana hati yang ingin dicapai serial-serial tersebut. Jadi jangan heran jika mendengarkan album ini, kita akan dibius oleh alunan musik Kearney. Dan segera kita akan dibawa untuk mengidentifikasikan kisah hidup dan cinta kita sesuai dengan lagu-lagu Kearney. Musik dan liriknya bisa sedemikian menyentuh. Coba dengarkan ‘Closer To Love’, ‘Never Be Ready’ dan ‘Lifeline’, dijamin langsung hati ini terharu biru. Coba perhatikan lirik ‘Lifeline’ berikut ini:
Slip away from you
And all you’re running from well it’s catching up to you
Got you looking for a lifeline
Swimming in the high tide
Waiting for the daylight
To bring you home
Mendengarkan Kearney dalam album ini seperti mendengarkan kisah hidup dari Kearney sendiri. Seakan-akan kita dibawanya begitu dekat dengan kenyataan hidup, cinta dan harapan. Album ini adalah sebuah keharusan untuk dikoleksi.
PS:thx2Kyle
Track List:
1. All I Have
2. Fire & Rain
3. Closer to Love
4. Here We Go
5. Lifeline
6. New York to California
7. Runaway Car
8. Never Be Ready
9. Annie
10. Straight Away
11. On and On
12. City of Black & White
courtesy of www.creativedisc.com
Review Album: ANJULIE- ANJULIE

Track List:
1. Boom
2. Rain
3. Some Dumb Girl
4. Addicted2me
5. Crazy That Way – Interlude
6. Crazy That Way
7. Fatal Attraction
8. The Heat
9. Colombia
10. Same Damn Thing
11. I Want The World To Know
12. Love Songs
13. Day Will Come Soon
14. Jamba
courtesy of: www.creativedisc.com
CONCERT CLASSIC CHRISYE
Manakala bulan nan genit enggan tersenyum
Berkelap kelip tiada terbayang
Tersendat-sendat merayap dalam kegelapan
Di atas panggung yang lebar dengan dekorasi yang bertema perpaduan antara motif art deco dengan sentuhan ala Jawa, konser kali ini terbagi atas tiga sesi. Sesi pertama putih atau kelahiran. Dalam sesi ini Wisanggeni, Memes, Sherina, Utha Likumahua berpakaian serba putih. Memes membawakan ‘Chopin Larung’ yang memorable dengan lumayan baik. Sementara Sherina-lah yang mencuri perhatian dengan kemampuan vokal serta interpretasinya yang memukau dalam mempresentasikan lagu ‘Merepih Alam’. Sayangnya Utha terdengar sedikit kewalahan dalam membawakan ‘Serasa’. Untuk seorang Utha penampilannya agak di bawah ekspektasi saya. Yang juga disayangkan video montage tentang Chrisye dari Eros Djarot yang berhalangan hadir tidak dapat ditampilkan dengan suara baik.
Sesi berikutnya adalah sesi warna warni yang menyimbolkan keceriaan hidup. Pada sesi ini penampilan dari d’Cinnamon benar-benar membuat selingan segar di tengah penampilan full orchestra sepanjang konser. Grup ini tampil membawakan lagu legendaris ‘Galih & Ratna’ dengan gaya akustik folk. Benar-benar berbeda. Tampil dengan kostum yang tak seragam, tanpa sentuhan blink-blink, membuat penampilan d’Cinnamon justru makin memikat. Penampilan Vina juga termasuk mempesona. Vina berhasil mempresentasikan lagu ‘Cinta’ yang ditulis almarhum Chrisye untuknya. Sementara itu penampilan Oddie Agam dalam ‘Anak Sekolah’ ditunjang permainan lampu yang dinamis berhasil membuat suasana menjadi lebih hidup.
Malam itu tingkah dan celotehan lucu Sarah Sechan sebagai pembawa acara sukses menghangatkan suasana di antara penonton.
Sesi ketiga adalah hitam. Di sini penampilan artis dibungkus dalam kostum berwarna hitam. Dalam sesi ini Yockie Suryoprayogo menceritakan tentang kenangannya bersama Chrisye. Dilanjutkan dengan kolaborasi antara Yockie Suryoprayogo, Armand Maulana dan Dewa Budjana mebawakan ‘Sendiri’. Penampilan yang sederhana dengan musik yang ‘rumit’ justru membuat Armand tampil memukau malam itu. Dilanjutkan dengan duet Armand dan Vina, yang sayangnya tidak terlalu indah karena Vina sempat lupa lirik akibat terbawa emosi mengenang almarhum Chrisye. Sementara Ahmad Albar tampil agak kaku dengan para penari pengiringnya membawakan ‘Anak Jalanan’. Afgan yang muncul setelah Ahmad Albar membawakan ‘Sabda Alam’ lebih menarik dibandingkan pada penampilan dalam ‘Kenang-kenangan’ pada sesi pertama. Meski untuk lagu berikutnya ‘Juwita’ yang lebih upbeat, Afgan kurang bisa mempresentasikannya dengan menarik.
Di tengah berbagai kekurangan seperti Slamet Rahardjo yang batal tampil karena sakit, serta Eros Djarot karena kesibukannya, konser ini tetaplah menarik diikuti. Meski susunan lagu dan pengisi acara membuat konser ini justru terasa anti klimaks. Mungkin akan terasa lebih gregetnya seandainya saja penampilan Vina atau Armand ditempatkan di akhir acara sebagai puncak.
courtesy of : SoundUp magazine
DANCING QUEEN & D'Cinamons

Senin kemarin nonton Classic Chrisye eh ada D'cinnamons hihihihi. Biasanya ditawarin foto bareng artis gak mau kemarin langsung memaksa fotografer gw utk fotoin gw bersama mereka hahahahaha.
Rabu kemarin dapat tiket dari Alberthiene Endah untuk nonton Dancing Queen di Istora. Meski akhirnya gw gak pakai tiket gw krn ada tugas liputan jadi gw pakai ID Press. Akhirnya tiket gw kasi ke teman gw. Agak menyesal juga sih secara berpisah dari teman2 lainnya. Dan sekali lagi gw make a fashion statement hahahahaha. Secara ya di kalangan wartawan itu rupanya ada kesepakatan tidak tertulis utk mengenakan hitam, nggak peduli ada yg ngondek juga. Dan gw doang yang pakai pink tua. Selesai sudah. Hahahahaha so gay hihihi.
Nggak kebayang kan nonton acara konser penuh bebancian tukang silet. Aseli selama 3/4 jam pertama tuh gw sudah mau mati kebosanan. Mana sound sistemnya buruk hingga suara yang keluar terdengar kasar.
Dan yg agak mengganggu sih kenapa koreografinya agak jadul ya, so Guruh-esque. Bosan aja dengan penari-penari membawa bendera ala marching band. Dan warna-warna benderanya itu sooo gay. Hehehehe duh gimana ya bukannya gak mendukung pergerakan gay.
Cuma bosan aja lihat ABBA itu dikonotasikan sbg gay. I need something fresh and new. Buat apa nonton konser yang cuma bergaya 70s, 80s dengan kostum2 ala drag queen? Sudah kebanyakan. Bosan.
Sekarang kayaknya jaman hip hop dance. Jadi kalo gak bisa mengikuti perkembangan jaman ya jangan marah kalo dikritik. Nggak bisa memadukan antara gaya hiphop dance dengan gaya klasik disco ABBA ya itu sih berarti kurang eksplorasi.
With a bit of rock music, everything is fine
Youre in the mood for a dance
And when you get the chance...
You are the dancing queen, young and sweet, only seventeen
Dancing queen, feel the beat from the tambourine
Dancing Queen - ABBA
Rabu, 14 Oktober 2009
Fans
Soalnya gimana ya? Agak2 surprise aja melihat kalau tulisan2 gw ditunggu2 dan digemari oleh para pengunjung situs musik creativedisc.com.
Beberapa waktu lalu seorang teman lama bahkan mengatakan seperti ini dalam surelnya.
Tulisan2 lo udah mulai dikenal orang loh. Pernah ada yg nanya ma gw tuh orang malah taunya lo itu penulis dibandingkan designer interior. Bravo deh.
Hehehe gede kepala deh jadinya. Di satu sisi sih gw merasa senang. Siapa sih nggak makin senang jadi tambah populer? Yah senang juga kalau mulai dikenal orang. Cuma di satu sisi agak kuatir juga sih. Nggak tahu mungkin hanya sedikit perasaan insecurity aja.
NB: masih habis senang kemarin ternyata malam ini malah bete gara2 baru tahu laura izibor ternyata gak ada di daftar penampil di java soulnation
Senin, 12 Oktober 2009
MELIPUT LAGI
Setelah selesai acara, foto bareng sama D'cinnamons. Aseli ternyata ramah banget, soalnya sempat nonton dulu dan baca ttg vokalisnya kok terkesan kaku hehehehe maaf ya. Ternyata salah duga. Over all kemarin penampilan D'cinnamons itu memang fave gw banget. Bawain lagu Chrisye dengan sentuhan akustik folk. Keren deh. Suka. Ya berasa beda aja secara yang lain kan sebagian besar full orkestra. Kemarin yang juga mencuri perhatian adalah Armand Maulana. Yah dengan gaya bernyanyinya yang khas ngeden memang outstanding. Padahal permainan musiknya juga gak sederhana. Tapi memang cuma Yockie Suryaproyogo dan Budjana yang mengiringi. Jadi benar-benar sederhana tapi membuat Armand tampil memukau.
Entar deh gw bikin tulisan reviewnya. Cek aja di Sound Up.
Sabtu, 10 Oktober 2009
Review Album: Round 2 - J. Holiday

Ada 7 alasan kenapa saya merasa harus memiliki album ‘Round 2’ ini:
- Alternatif baru dari dominasi Ne-Yo dalam ranah R&B. Sejak kemunculan album pertamanya, ‘Back of My Lac ‘, saya sudah tertarik dengan J. Holiday, mengingat gaya tampilannya lebih mirip musisi hip-hop ketimbang R&B yg lebih flamboyant, seperti Ne-Yo. Dominasi Ne-Yo dalam chart dan playlist radio saat ini buat saya begitu menjenuhkan. Itu sebabnya J. Holiday membawa suara yang lebih segar buat saya.
- Mendengarkan J. Holiday seakan mengenang kembali masa-masa kejayaan Babyface di dekade 90an. Bedanya J.Holiday terasa lebih segar, lebih relevan dengan R&B kontemporer saat ini.
- Interpretasi dan timbre vocal J. Holiday yang pas untuk lagu-lagu R&B kontemporer saat ini. Meski sepintas terdengar seperti Mario dan Ne-Yo, tapi J. Holiday memiliki warna tersendiri yang langsung dapat dikenali.
- Didukung oleh produser macam The Dream, yang bersama Tricky berhasil membawa Rihanna sukses dengan ‘Umbrella’. Berdua mereka pernah dinominasikan untuk Grammy. Ada produser Jasper Cameron yang sukses mengubah image Christina Aguilera lebih nakal dalam ‘Stripped’ juga membantu Ciara dalam album teranyarnya, ‘Fantasy Ride’. Dengan sentuhan tangan dingin mereka, album ‘Round 2’ memang terasa lebih nikmat untuk didengarkan.
- J Holiday menyanyikan sekumpulan lagu yang kental dengan sentuhan R&B yang romantis. Sangat pas untuk kalian yang sedang mencari musik-musik cinta yang baru. Dengarkan ‘Run Into My Arms’ yang manis, atau ‘Make That Sound’ yang lebih megah. J. Holiday memanjakan telinga saya. Komposisi-komposisi di album ini sungguh cocok untuk didengarkan saat makan malam berdua ditemani temaram cahaya lilin atau menemani saat-saat bercinta di kamar.
- Coba perhatikan lirik ‘Fly’ yang manis dengan aransemen yang melodius membius dijamin kalian akan jatuh cinta dengan lagu ini.
Dan itu bukanlah satu-satunya lirik romantis dalam album J. Holiday ini.
- Album ini diwarnai dengan beberapa sentuhan aroma musik, selain hip-hop tentunya. Pada ‘Intro’ J. Holiday berhasil membuktikan penyanyi yang mampu membawakan nuansa jazz. Sedangkan pada komposisi ‘I Tried’, raungan gitar listriknya dipadukan dengan gaya bernyanyi J.Holiday yang black, membuat lagu tersebut menjadi komposisi R&B yang ngerock.
- Sungguh terlalu jika menjadikan J. Holiday sebagai underdog yang berada under your music radar. Album ini begitu menarik untuk dilewatkan begitu saja. Penggemar R&B sejati pasti akan menjadikan album Round 2 J. Holiday ini sebagai bagian dari koleksinya.
Track List
1. Intro
2. It's Yours
3. Fall
4. Don't Go
5. Wrong Lover featuring Rick Ross
6. Run into My Arms
7. Sing 2 U
8. Lights Go Out
9. Make That Sound
10. Forever Ain't Enough
11. Fly
12. Homeless
13. I Tried:
Jumat, 09 Oktober 2009
LIPUTAN KONSER AIR SUPPLY
Now that we’re here together
Diawali dengan lagu ‘Even The Nights Are Better’, Air Supply membuka konsernya setengah jam lepas pukul delapan malam. Untuk artis seusia mereka duo senior ini masih nampak berenergi. Meski gaya bergoyangnya masih terasa jadul, tapi semangat dan karismanya cukup bersinar terang malam itu.
Air Supply, duo yang digawangi oleh Russel Hitchcock dan Graham Russell ini telah lebih dari tiga dekade menapaki dunia musik sejak 1975. Mereka telah menghasilkan 18 studio album dan 17 single hit. Lagu-lagu mereka telah menjadi lagu yang klasik dan abadi. Mulai dari pop diva macam Celine Dion hingga country diva Carrie Underwood, termasuk boyband Westlife pernah membawakan lagu-lagu Air Supply, baik dalam album atau penampilan live mereka.
Setelah ‘Even The Nights Are Better’, Russel yang bersetelan jas biru celana hitam, membawakan pula hit-hit mereka yang lain seperti‘Just As I Am’, ‘Goodbye’, ‘Lost In Love’.
Pada penampilan ke-15 kalinya di Indonesia kali ini, duo ini nampaknya memang masih memiliki magnet yang kuat lewat lagu-lagu soft rocknya yang memorable. Penonton yang datang meski sebagian besar berusia mendekati atau lewat setengah abad, toh banyak juga penonton yang tergolong dewasa muda. Dan hebatnya yang muda pun khatam sebagian besar lirik lagu-lagu hit Air Supply.
Pada konser dimana Air Supply dibantu dengan 4 additional player, mereka tak lupa memberikan perhatian pada korban gempa di Sumatera Barat. Graham memberikan kata sambutan sebelum muncul video montage tentang liputan korban gempa. Pada kesempatan amal tersebut Air Supply menyumbangkan sebuah gitar yang telah ditandatangi oleh Graham dan Russel untuk dilelang pada situs www.tommypratama.com.
Vokal tenor Russel Hitchcock sendiri malam itu cukup membuat decak kagum, mengingat usianya yang sudah 6 dekade. Meski pada tembang ‘The Power Of Love’ terasa diturunkan nada dasarnya serta lebih minim overtone, setidaknya Russel masih terdengar prima pada nada-nada panjang pada setengah bagian pertama konser. Pada lagu ke-13 yang menjadi puncak penampilannya malam itu sebenarnya, ‘Making Love Out Of Nothing At All’, Russel terdengar sedikit kewalahan. Lagu tersebut memang tidak mudah dibawakan bahkan bagi penyanyi yang muda sekalipun, jadi secara keseluruhan Russel cukup memuaskan penggemarnya.
Duo ini cukup komunikatif dengan penonton. Mereka bahkan muncul di tengah penonton dan berkeliling hall menyapa para penonton, membuat konser terasa lebih hangat dan akrab. Saat solo membawakan lagu baru yang akan ditampilkan dalam album teranyar mereka, Graham menceritakan latar belakang lagu itu tercipta. Graham mengatakan lagu yang berjudul ‘A Little Bit More’ itu terinspirasi dari seorang sahabat wanita yang telah kehilangan suaminya setelah pesta ulang tahun pernikahan. Saat Graham bertanya apa yang ingin disampaikan lewat lagu yang akan diciptakannya. Sang sahabat wanita menjawab ia hanya ingin sedikit waktu lagi bersama sang suami.
Graham membawakan lagu ini dengan sedikit sentuhan folk cuntry. Malam itu memang pada beberapa bagian dimana Graham solo, ia mencoba untuk memberikan sentuhan folk country.
Satu tindakan lain yang juga menyentuh para penggemar Air Supply adalah saat Graham meminta para penonton di kelas festival yang berada di bagian belakang hall untuk maju ke depan panggung. Memang itu dilakukan saat-saat terakhir, saat lagu penutup akan berkumandang. Malam itu dengan aksi panggung yang memikat antara Graham dan drummer, vocal Russell yang melengking ‘All Out Of Love’ menjadi penutup konser yang manis.
I'm all out of love, what am I without you
I can't be too late to say I was so wrong
Untuk foto2 lihat di majalah Sound Up edisi Oktober.
Kamis, 08 Oktober 2009
NONTON AIR SUPPLY
Yah lumayan sih bisa nonton gratis, bukan gratis sih tapi bayar pake tulisan hehehehehe......
Hebat juga tuh duo opa meski goyangnya jadul tetep berkarisma dan bertenaga. Yah untuk ukuran orang setua itu salut deh gw.